Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Rangkuman | Glossary | Pustaka | Latihan | Tes Akhir Modul

KERAJAAN-KERAJAAN INDONESIA YANG BERCORAK ISLAM

Setelah mempelajari modul ini Anda dapat:

  1. menjelaskan peranan kerajaan Samudra Pasai di bidang perdagangan;
  2. menjelaskan peranan kerajaan Demak di bidang agama;
  3. menguraikan perkembangan kerajaan Banten pada masa Sultan Ageng Tirtayasa;
  4. menguraikan latar belakang berdirinya kerajaan Mataram;
  5. menjelaskan perkembangan kerajaan Gowa Tallo pada masa Sultan Hasannudin; dan
  6. menjelaskan peranan kerajaan Ternate-Tidore dalam rangka meperebutkan hegemoni perdagangan di Maluku.

   
Bagaimana dengan hasil yang Anda peroleh pada kegiatan belajar 1? Apakah Anda sudah puas? Kalau Anda sudah puas, selamat untuk Anda! Sekarang persiapkan diri Anda untuk mempelajari kegiatan belajar 2 ini. Mudah-mudahan Anda mendapat hasil yang lebih memuaskan lagi.

Kegiatan belajar 2 ini membahas tentang kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam. Tentu Anda memahami bahwa dengan masuk dan berkembangnya Islam ke Indonesia, maka kerajaan-kerajaan Hindu ataupun Budha mengalami keruntuhannya dan perannya digantikan oleh kerajaan Islam.

Untuk menambah pemahaman Anda tentang kerajaan Islam yang berkembang di Indonesia dari awal berdirinya, letak geografis dan perkembangannya dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya dapat Anda simak pada uraian materi berikut ini.


Kerajaan Samudra Pasai

Kerajaan Samudra Pasai tercatat dalam sejarah sebagai kerajaan Islam yang pertama. Mengenai awal dan tahun berdirinya kerajaan ini tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi menurut pendapat Prof. A. Hasymy, berdasarkan naskah tua yang berjudul Izhharul Haq yang ditulis oleh Al-Tashi dikatakan bahwa sebelum Samudra Pasai berkembang, sudah ada pusat pemerintahan Islam di Peureula (Perlak) pada pertengahan abad ke-9.

Perlak berkembang sebagai pusat perdagangan, tetapi setelah keamanannya tidak stabil maka banyak pedagang yang mengalihkan kegiatannya ke tempat lain yakni ke Pasai, akhirnya Perlak mengalami kemunduran.

Dengan kemunduran Perlak, maka tampillah seorang penguasa lokal yang bernama Marah Silu dari Samudra yang berhasil mempersatukan daerah Samudra dan Pasai. Dan kedua daerah tersebut dijadikan sebuah kerajaan dengan nama Samudra Pasai.

Kerajaan Samudra Pasai terletak di Kabupaten Lhokseumauwe, Aceh Utara, yang berbatasan dengan Selat Malaka. Untuk mengetahui letak Samudra Pasai, simaklah gambar 6 peta Sumatera berikut ini.


Gambar 6. Peta lokasi kerajaan Samudera Pasai

Berdasarkan lokasi kerajaan Samudra Pasai tersebut, maka dapatlah dikatakan posisi Samudra Pasai sangat strategis karena terletak di jalur perdagangan internasional, yang melewati Selat Malaka.

Dengan posisi yang strategis tersebut, Samudra Pasai berkembang menjadi kerajaan Islam yang cukup kuat, dan di pihak lain Samudra Pasai berkembang sebagai bandar transito yang menghubungkan para pedagang Islam yang datang dari arah barat dan para pedagang Islam yang datang dari arah timur. Keadaan ini mengakibatkan Samudra Pasai mengalami perkembangan yang cukup pesat pada masa itu baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.


Kehidupan Politik
Kerajaan Samudra Pasai yang didirikan oleh Marah Silu bergelar Sultan Malik al- Saleh, sebagai raja pertama yang memerintah tahun 1285 – 1297. Pada masa pemerintahannya, datang seorang musafir dari Venetia (Italia) tahun 1292 yang bernama Marcopolo, melalui catatan perjalanan Marcopololah maka dapat diketahui bahwa raja Samudra Pasai bergelar Sultan. Setelah Sultan Malik al-Saleh wafat, maka pemerintahannya digantikan oleh keturunannya yaitu Sultan Muhammad yang bergelar Sultan Malik al-Tahir I (1297 – 1326). Pengganti dari Sultan Muhammad adalah Sultan Ahmad yang juga bergelar Sultan Malik al-Tahir II (1326 – 1348). Pada masa ini pemerintahan Samudra Pasai berkembang pesat dan terus menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan Islam di India maupun Arab. Bahkan melalui catatan kunjungan Ibnu Batutah seorang utusan dari Sultan Delhi tahun 1345 dapat diketahui Samudra Pasai merupakan pelabuhan yang penting dan istananya disusun dan diatur secara India dan patihnya bergelar Amir. Pada masa selanjutnya pemerintahan Samudra Pasai tidak banyak diketahui karena pemerintahan Sultan Zaenal Abidin yang juga bergelar Sultan Malik al-Tahir III kurang begitu jelas. Menurut sejarah Melayu, kerajaan Samudra Pasai diserang oleh kerajaan Siam. Dengan demikian karena tidak adanya data sejarah yang lengkap, maka runtuhnya Samudra Pasai tidak diketahui secara jelas. Dari penjelasan di atas, apakah Anda sudah paham? Kalau sudah paham simak uraian materi berikutnya.


Kehidupan Ekonomi
Dengan letaknya yang strategis, maka Samudra Pasai berkembang sebagai kerajaan Maritim, dan bandar transito. Dengan demikian Samudra Pasai menggantikan peranan Sriwijaya di Selat Malaka.

Kerajaan Samudra Pasai memiliki hegemoni (pengaruh) atas pelabuhan-pelabuhan penting di Pidie, Perlak, dan lain-lain. Samudra Pasai berkembang pesat pada masa pemerintahan Sultan Malik al-Tahir II. Hal ini juga sesuai dengan keterangan Ibnu Batulah.

Menurut cerita Ibnu Batutah, perdagangan di Samudra Pasai semakin ramai dan bertambah maju karena didukung oleh armada laut yang kuat, sehingga para pedagang merasa aman dan nyaman berdagang di Samudra Pasai.

Komoditi perdagangan dari Samudra yang penting adalah lada, kapurbarus dan emas. Dan untuk kepentingan perdagangan sudah dikenal uang sebagai alat tukar yaitu uang emas yang dinamakan Deureuham (dirham).

Demikianlah uraian materi tentang kehidupan ekonomi Samudra Pasai, sekarang Anda bandingkan dengan uraian materi berikutnya.

Kehidupan Sosial Budaya
Kemajuan dalam bidang ekonomi membawa dampak pada kehidupan sosial, masyarakat Samudra Pasai menjadi makmur. Dan di samping itu juga kehidupan masyarakatnya diwarnai dengan semangat kebersamaan dan hidup saling menghormati sesuai dengan syariat Islam.

Hubungan antara Sultan dengan rakyat terjalin baik. Sultan biasa melakukan musyawarah dan bertukar pikiran dengan para ulama, dan Sultan juga sangat hormat pada para tamu yang datang, bahkan tidak jarang memberikan tanda mata kepada para tamu.

Samudra Pasai mengembangkan sikap keterbukaan dan kebersamaan. Salah satu bukti dari hasil peninggalan budayanya, berupa batu nisan Sultan Malik al-Saleh dan jirat Putri Pasai. Untuk menambah pemahaman Anda tentang batu nisan tersebut, simaklah gambar 7 berikut ini.


Gambar 7. Nisan makam Sultan Malik al-Saleh

Dari gambar 7 tersebut, yang perlu Anda ketahui bahwa batu nisan tersebut berasal dari Gujarat (India). Hal ini berarti kerajaan Samudra Pasai bersifat terbuka dalam menerima budaya lain yaitu dengan memadukan budaya Islam dengan budaya India.

Demikianlah uraian materi tentang keberadaan kerajaan Samudra Pasai. Untuk mengukur tingkat pemahaman Anda, kerjakanlah latihan soal berikut ini dengan cermat.


1. Kerajaan Samudra Pasai berkembang pada abad …yang terletak di daerah ….
2. Keberadaan kerajaan Samudra Pasai dibuktikan dengan adanya ….
3. Peranan Samudra Pasai dalam bidang perdagangan adalah ….
4. Nilai yang dapat diambil dari keberadaan kerajaan Samudra Pasai adalah….
5. Raja-raja yang memerintah di Samudra Pasai antara lain ….

Bagaimana dengan jawaban Anda? Apakah Anda sudah puas? Untuk memantapkan hasilnya maka cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban berikut ini!

  1. Abad 13 terletak di Kabupaten Lhokseumauwe, Aceh Utara.

  2. a. Catatan Marcopolo dari Venetia.
    b. Catatan Ibnu Batulah dari Maroko.
    c. Batu nisan Sultan Malik al-Saleh.
    d. Jirat Putri Pasai.

  3. Dengan letak yang strategis, maka Samudra Pasai berkembang sebagai kerajaan maritim dan memiliki hegemoni atas pelabuhan-pelabuhan yang penting di Pesisir Pantai Barat Sumatera serta berkembang sebagai Bandar Transito.

  4. Nilai keterbukaan dan kebersamaan dan penghormatan kepada setiap golongan masyarakat serta prinsip kepemimpinan yang dekat dengan rakyat.

  5. Sultan Malik al-Saleh (1285 – 1297).
    Sultan Muhammad (Malik al-Tahir I).
    Sultan Ahmad (Malik al-Tahir II).
    Sultan Zaenal Abidin (Malik al-Tahir III).

Apakah hasil jawaban Anda benar-benar memuaskan?, kalau Anda sudah merasa puas, berarti Anda memahami uraian materi tersebut dengan baik. Untuk itu silahkan Anda menyimak kembali uraian materi kerajaan berikutnya.


Kerajaan Samudra Pasai | Kerajaan Demak | Kerajaan Banten | Kerajaan Mataram | Kerajaan Gowa - Tallo | Kerajaan Ternate - Tidore | Tugas Kegiatan 2