Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Rangkuman | Kunci Jawaban | Pustaka | Latihan | Tes Akhir Modul

Kebudayaan Zaman Logam
Dengan berkembangnya tingkat berpikir manusia, maka manusia tidak hanya menggunakan bahan-bahan dari batu untuk membuat alat-alat kehidupannya, tetapi juga mempergunakan bahan dari logam yaitu perunggu dan besi untuk membuat alat-alat yang diperlukan.

Seperti yang pernah Anda pelajari pada modul 1 kegiatan belajar 3 bahwa dengan adanya migrasi bangsa Deutro Melayu/Melayu muda ke Indonesia maka masyarakat prasejarah Indonesia mengenal logam perunggu dan besi secara bersamaan.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka kebudayaan logam yang dikenal di Indonesia berasal dari Dongson, nama kota kuno di Tonkin yang menjadi pusat kebudayaan perunggu di Asia Tenggara. Karena itu kebudayaan perunggu di Indonesia disebut juga dengan Kebudayaan Dongson (Vietnam).

Munculnya kepandaian mempergunakan bahan logam, tentu dikuti dengan kemahiran teknologi yang disebut perundagian, karena logam tidak dapat dipukul-pukul atau dipecah seperti batu untuk mendapatkan alat yang dikehendaki, melainkan harus dilebur terlebih dahulu baru kemudian dicetak.

Teknik pembuatan alat-alat perunggu pada zaman prasejarah terdiri dari 2 cara yaitu:

  1. Teknik a cire perdue atau cetakan lilin, caranya adalah membuat bentuk benda yang dikehendaki dengan lilin, setelah membuat model dari lilin maka ditutup dengan menggunakan tanah, dan dibuat lubang dari atas dan bawah. Setelah itu dibakar, sehingga lilin yang terbungkus dengan tanah akan mencair, dan keluar melalui lubang bagian bawah. Untuk selanjutnya melalui lubang bagian atas dimasukkan cairan perunggu, dan apabila sudah dingin, cetakan tersebut dipecah sehingga keluarlah benda yang dikehendaki.
  2. Teknik bivalve atau setangkap, caranya yaitu menggunakan cetakan yang ditangkupkan dan dapat dibuka, sehingga setelah dingin cetakan tersebut dapat dibuka, maka keluarlah benda yang dikehendaki. Cetakan tersebut terbuat dari batu ataupun kayu.

Dari penjelasan di atas, diskusikanlah bersama teman-teman Anda untuk menentukan diantara 2 teknik tersebut yang lain lebih efektif dan efisien, dan kemukakan alasannya.
Untuk selanjutnya hasil terpenting kebudayaan logam/perunggu di Indonesia akan disajikan pada uraian materi berikut ini.

a.
Kapak Corong
Pada dasarnya bentuk bagian tajamnya kapak corong tidak jauh berbeda dengan kapak batu, hanya bagian tangkainya yang berbentuk corong. Corong tersebut dipakai untuk tempat tangkai kayu .

Kapak corong disebut juga kapak sepatu, karena seolah-olah kapak disamakan dengan sepatu dan tangkai kayunya disamakan dengan kaki.

Untuk lebih memahami bentuk kapak corong, silahkan Anda amati gambar 11 berikut ini.


Gambar 11. Kapak Corong.

Setelah Anda meng-amati gambar 11 , apakah sebelumnya Anda pernah melihat bentuk kapak corong di lingkungan rumah sekitar Anda?

Pada dasarnya bentuk kapak corong sangat beragam jenisnya, salah satunya ada yang panjang satu sisinya yang disebut dengan candrosa yang bentuknya sangat indah dan dilengkapi dengan hiasan.

Untuk mengetahui bentuk candrasa, silahkan Anda amati gambar 12 berikut ini.


Gambar 12. Berbagai bentuk Candrasa

Setelah Anda mengamati gambar 12, apa yang terlintas dalam pikiran Anda tentang fungsi dari kapak candrosa tersebut?

Kalau dilihat dari bentuknya, tentu candrosa tidak berfungsi sebagai alat pertanian/pertukangan tetapi fungsinya diduga sebagai tAnda kebesaran kepala suku dan alat upacara keagamaan. Hal ini karena bentuknya yang indah dan penuh dengan hiasan.
Daerah penyebaran kapak corong di Indonesia adalah Sumatra Selatan, Jawa, Bali, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, pulau Selayar serta Irian dekat Danau Sentani.

Setelah uraian materi tentang kapak corong maka untuk mengukur tingkat pemahaman Anda, jawablah pertanyan-pertanyaan di bawah ini.

1. Nama lain dari kapak corong adalah ....
2. Kapak corong yang salah satu sisinya berukuan panjang disebut dengan ....
3. Teknik pembuatan kapak corong adalah ....
4. Fungsi dari kapak corong adalah (a) ...; (b) ....
5. Fungsi dari candrosa adalah (a) ...; (b) ....

Seyogyanya Anda tidak melihat terlebih dahulu kunci jawabannya, agar tingkat pemahaman Anda terukur! Setelah Anda menuliskan jawabannya, maka cocokkan jawaban yang Anda tulis dengan kunci jawaban berikut ini.

  1. Kapak Sepatu
  2. Candrosa
  3. Cire perdue
  4. a. Alat pertanian
    b. Alat membelah kayu
  5. a. Tanda kebesaran kepala suku
    b. Alat upacara

Sudah puaskah Anda dengan jawaban Anda sendiri? Kalau Anda sudah puas, maka berarti Anda sudah paham dengan uraian materi tersebut. Untuk itu pelajari kembali uraian materi berikutnya.

b.
Nekara
Nekara dapat juga disebut Genderang Nobat atau Genderang Ketel, karena bentuknya semacam berumbung, yang terbuat dari perunggu yang berpinggang dibagian tengahnya, dan sisi atasnya tertutup. Bagi masyarakat prasejarah, nekara dianggap sesuatu yang suci. Dari pernyataan tersebut, tentunya Anda bertanya mengapa nekara dianggap suci?

Di daerah asalnya Dongson, pemilikan nekara merupakan simbol status, sehingga apabila pemilikya meninggal, maka dibuatlah nekara tiruan yang kecil yang dipakai sebagai bekal kubur.

Sedangkan di Indonesia nekara hanya dipergunakan waktu upacara-upacara saja antara lain ditabuh untuk memanggil arwah/roh nenek moyang, dipakai sebagai genderang perang dan dipakai sebagai alat memanggil hujan.

Daerah penemuan Nekara di Indonesia antara lain, pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Sumbawa, Pulau Sangean, Pulau Roti dan pulau Kei serta pulau Selayar.

Di antara nekara-nekara yang ditemukan di Indonesia, biasanya beraneka ragam sehingga melalui hiasan-hiasan tersebut dapat diketahui gambaran kehidupan dan kebudayaan yang ada pada masyarakat prasejarah. Pada umunya nekara yang ditemukan di Indonesia ukurannya besar-besar, contoh nekara yang ditemukan di desa Intaran daerah Pejeng Bali, memiliki ketinggian 1,86 meter dengan garis tengahnya 1,60 meter, nekara tersebut dianggap suci, sehingga ditempatkan di Pure Penataran Sasih. Dalam bahasa bali sasih artinya bulan, maka nekara tersebut dinamakan nekara Bulan Pejeng.

Nekara yang ditemukan di pulau Alor selain bentuknya kecil juga ramping, disebut dengan Moko. Fungsi Moko selain sebagai benda pusaka, juga dipergunakan sebagai mas kawin atau jujur.

Untuk mengetahui bentuk moko dan nekara, silahkan Anda amati gambar 13 berikut ini.


Gambar 13. Nekara & Moko

Setelah Anda mengamati gambar 13, coba Anda bandingkan ragam hias yang terdapat pada nekara dan moko tersebut!

Untuk selanjutnya tugas Anda adalah tentukan teknik pembuatan nekara dan moko!
Tulislah jawaban Anda pada tabel berikut ini.

Nekara yang ditemukan di Indonesia tidak semua berasal dari daratan Asia, tetapi ada pula yang berasal dari Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan penemuan cetakan nekara yang terbuat dari batu di desa Manuaba, Bali. Dan cetakan tersebut kini disimpan di dalam pure desa tersebut.

Setelah pembahasan tentang kapak dan nekara, mudah-mudahan konsep pemahaman Anda tentang sejarah sebagai sebuah ilmu tentang waktu semakin jelas. Karena apa yang dihasilkan oleh masyarakat terus mengalami perkembangan dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. Hal ini dapat Anda ketahui melalui hasil-hasil budaya perunggu yang akan disajikan pada materi berikut ini.


c.

Arca perunggu
Arca perunggu/patung yang berkembang pada zaman logam memiliki bentuk beranekaragam, ada yang berbentuk manusia, ada juga yang berbentuk binatang.
Pada umumnya arca perunggu bentuknya kecil-kecil dan dilengkapi cincin pada bagian atasnya. Adapun fungsi dari cincin tersebut sebagai alat untuk menggantungkan arca itu sehingga tidak mustahil arca perunggu yang kecil dipergunakan sebagai Liontin/bandul kalung.

Daerah penemuan arca perunggu di Indonesia adalah Bangkinang (Riau), Palembang (Sumsel) dan Limbangan (Bogor).

Untuk memperjelas pemahaman Anda tentang arca perunggu, maka amatilah gambar 14 berikut ini.


Gambar 14. Arca Perunggu.

Setelah Anda mengamati gambar 14, coba Anda bandingkan arca perunggu tersebut dengan liontin kalung pada masa sekarang.

d.
Bejana Perunggu
Bejana perunggu di Indonesia ditemukan di tepi Danau Kerinci (Sumatera) dan Madura, yang bentuknya seperti periuk tetapi langsing dan gepeng. Kedua bejana yang ditemukan mempunyai hiasan yang serupa dan sangat indah berupa gambar-gambar geometri dan pilin-pilin yang mirip huruf J.

Untuk memperjelas pemahaman Anda tentang bejana perunggu maka berikut ini disajikan salah satu gambar bejana yang ditemukan di Kerinci. Silahkan Anda amati gambar 15 berikut ini.


Gambar 15. Bejana Perunggu dari Kerinci (Sumatera)

Setelah Anda mengamati gambar 15 mungkin Anda ingin bertanya fungsi dari bejana ter-sebut? Sampai sekarang fungsi bejana perunggu tidak diketahui secara pasti, kemungkinan di-sebabkan penemuan bejana yang terbatas maka mempersulit penyelidikan tentang fungsi bejana dalam kehidupan masyarakat prasejarah.


e.
Perhiasan Perunggu
Jenis perhiasan dari perunggu yang ditemukan sangat beragam bentuknya yaitu seperti kalung, gelang tangan dan kaki, bandul kalung dan cincin. Di antara bentuk perhiasan tersebut terdapat cincin yang ukurannya kecil sekali, bahkan lebih kecil dari lingkaran jari anak-anak. Untuk itu para ahli menduga fungsinya sebagai alat tukar (mata uang).

Daerah penemuan perhiasan perunggu di Indonesia adalah Bogor, Malang dan Bali. Untuk mengetahui bentuk perhiasan perunggu tersebut dapat Anda amati gambar 16 berikut ini.


Gambar 16. Aneka Ragam Perhiasan dari Perunggu.


Di samping perhiasan perunggu seperti yang Anda lihat pada gambar 16, juga terdapat perhiasan yang lain yang terbuat dari kaca yang disebut manik-manik.

f.
Manik manik
Manik -manik yang berasal dari jaman perunggu ditemukan dalam jumlah yang besar sebagai bekal kubur, sehingga memberikan corak istimewa pada zaman perunggu.

Untuk mengetahui bentuk manik-manik, silahkan Anda amati gambar 17 berikut ini.


Gambar 17. Manik-manik

Setelah Anda mengamati gambar 17 maka coba Anda bandingkan manik-manik dari zaman perunggu dengan manik -manik pada zaman sekarang.

Bagaimana menurut Anda?

Pada zaman logam di samping berkembang kebudayaan perunggu, juga terdapat alat-alat kehidupan yang terbuat dari besi, walaupun jumlahnya tidak banyak.
Jenis barang yang terbuat dari besi tersebut antara lain kapak, sabit, pisau, cangkul, pedang, tongkat dan tembilang.
Daerah penemuan benda tersebut antara lain Bogor, Wonosari, Ponorogo dan Besuki.

Setelah uraian materi contoh-contoh kebudayaan perunggu, maka untuk mengembangkan wawasan Anda. Diskusikanlah bersama teman-teman Anda. Apakah bahan dasar untuk membuat alat-alat dari perunggu dan besi berasal dari Indonesia?

Tulislah jawaban dari hasil diskusi Anda, kemudian tanyakanlah kebenarannya kepada Guru Bina Anda!

Selanjutnya agar Anda mudah memahami uraian materi kebudayaan zamanlogam maka simaklah ikhtisar kebudayaan logam pada tabel 1.7 berikut ini.

Tabel 1.7 Ikhtisar Kebudayaan Logam

 

Setelah Anda menyimak ikhtisar logam pada tabel 1.7 maka untuk mengukur tingkat pemahaman Anda, jawablah pertanyan-pertanyaan berikut ini.

1. Fungsi dari nekara adalah
  a. ...
b. ...
c. ...
2. Nekara terbesar dari pulau Bali ditemukan di daerah ....
3. Nekara dari pulau Bali disebut dengan ....
4. Nekara dari pulau Alor disebut dengan ....
5. Fungsi nekara dari Pulau Alor adalah
  a. ...
b. ...
6. Arca perunggu kecil berfungsi sebagai ....
7. Bejana perunggu di Indonesia ditemukan di daerah ....
8. Cincin yang bentuknya kecil pada zaman logam menurut dugaan berfungsi sebagai ....
9. Manik-manik yang berasal dari zaman logam sebagian besar ditemukan sebagai....
10. Corak istimewa dari zaman perunggu adalah ditemukan ....

Setelah Anda mencocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban. Apakah Anda sudah puas dengan jawaban Anda? Kalau Anda sudah puas, silahkan Anda kembali mempelajari uraian materi berikutnya.

 


Kebudayaan Zaman Batu | Kebudayaan Zaman Logam | Kebudayaan Megalithikum | Tugas Kegiatan 1